Subscribe

Postingan Terbaru

Lihat semua

Tuesday, October 20, 2026

AA Drone Foto Sesion

saya melakukan foto sesion di AA drone Studio dengan hasil yang sangat memuaskan silakan datang ke Pangkalan 2 cikiwul RT 01 RW 03

Friday, September 12, 2025

VIDEO UKIN PPG GURU TERTENTU 2025 Agung Setiawan 24105660287 (NOT EDIT)



SUMBER : https://youtu.be/cCD_8oukGMw?si=1lLwnzIP3jhpXhrP

Video UKIN PPG 2025 - Materi K3LH menggunakan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), semoga bisa menjadi inspirasi, belum sempurna sangat terbuka untuk masukan dan saran yang membangun kedepan. #CatatanGuru #CatatanCooperator - Memori Sebuah Proses.

Video UKIN PPG Guru Tertentu 2025 (Edited)


SUMBER : https://youtu.be/cIsNd9T9XMI?si=gW3S2G3k8ZapY4M0

Video UKIN PPG 2025 - Materi K3LH menggunakan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), semoga bisa menjadi inspirasi, belum sempurna sangat terbuka untuk masukan dan saran yang membangun kedepan. #CatatanGuru #CatatanCooperator - Memori Sebuah Proses.

Thursday, June 26, 2025

Filosofi pendidikan & pendidikan nilai : Apakah Perlu Perilaku Guru sebagai pendidik diatur?

Guru merupakan profesi yang mulia sehingga marwah tersebut perlu dijaga, sejalan dengan hal tersebut sudah selayaknya profesi guru memiliki kode etik agar sesama guru dapat saling menjaga, mengingatkan dan menjunjung nilai-nilai dari kode etik tersebut menjadi keseharian yang ditunjukkan kepada masyarakat khususnya bagi murid-muridnya dikelas/disekolah.

Saya meyakini bahwa hal ini harus dipahami oleh semua guru di Indonesia, oleh karena itu saya membagikan infografis dari esensi kode etik guru sebagai aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya bagi rekan guru di manapun mereka berada.





"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani"



~ Ki Hajar Dewantara

Etika terhadap ilmu pengetahuan, guru harus memiliki:

1. Integritas intelektual (intellectual integrity)



menghormati hakikat ilmu; dan batang tubuh pengetahuan; hal ini mencakup metodologi 'subjek'— yaitu bagaimana pengetahuan diperoleh, proses penyelidikan, pembuktian, pengujian kebenaran, yang berbeda untuk setiap bidang pengetahuan, dan catatan 'subjek'—yaitu catatan kumulatif praktik metodologi yang telah dilakukan.

2. Integritas kejuruan (vocational integrity)



menghormati pengetahuan, keterampilan dan pengalaman profesional; hal ini mencakup tuntutan untuk tetap mengikuti perkembangan pengetahuan terkini, untuk memperluas wawasan dan repertoar keterampilan serta memadupadankan agar menjadi efektif secara pedagogis sejalan dengan keberagaman peserta didik dalam hal konteks dan latar belakang.





3. Keberanian Moral (moral courage)



menunjukkan kemandirian pikiran dan tindakan; hal ini mencakup kesediaan untuk mengajarkan materi pelajaran atau menggunakan metode yang tidak populer atau secara resmi tidak disukai, jika secara integritas intelektual dan/atau integritas kejuruan sangat dibutuhkan.



Etika terhadap peserta didik, guru harus:

4. Mendahulukan kepentingan orang lain (altruism)



membedakan dan menghormati kepentingan orang yang diajar; hal ini berarti menempatkan kepentingan-kepentingan tersebut di atas kepentingan mereka sendiri, menumbuhkan harga diri yang sesuai pada orang-orang tersebut, dan mengenali bahwa pendidikan adalah proses interaktif, bergantung pada kontribusinya peserta didik dan juga guru.



5. Tidak berpihak (Impartiality)



mengakui saling ketergantungan sosial; hal ini berarti menghindari dan mencegah eksploitasi terhadap satu individu atau kelompok.



6. Memiliki Wawasan Kemanusiaan (Human Insight)



menghormati keluarga dan keadaan sosial orang yang diajar; hal ini melibatkan kepekaan terhadap keberagaman, terhadap keberagaman pengaruh dan menghindari stereotip; serta berusaha untuk memastikan kesetaraan kesempatan pendidikan

7. Memikul Tanggung Jawab Pengaruh (the Responsibility of Influence)



melaksanakan dan menerima tanggung jawab atas pengaruh yang mungkin bersifat jangka panjang; hal ini berarti menyadari bahwa pengalaman di kelas akan membekas dalam ingatan anak-anak, sehingga guru perlu berhati-hati untuk meninggalkan jejak positif dalam kehidupan anak yang diajar.



Etika terhadap profesi, guru harus memiliki:

8. Kerendahan Hati (Humility)



menyadari kekurangan diri sendiri; termasuk bersedia mengakui bahwa seseorang mungkin salah dalam kaitannya dengan pengetahuan dan perilaku.



9. Kolegialitas (Collegiality)



menghormati dan bekerja sama dengan rekan kerja profesional; hal ini mencakup mendengarkan dan belajar dari orang lain, serta menyadari bahwa setiap disiplin ilmu memiliki kesamaan dan perbedaan menerima tugas untuk bekerja sama demi kepentingan mereka yang diajar.



10. Kemitraan (Partnership)



mengakui dan menerima kontribusi mereka yang diajar dan rekan dalam mengajar; hal ini mencakup mempertimbangkan dan memanfaatkan sejauh mungkin, bakat dan keahlian mereka yang diajar, serta situasi sosial dan keluarga mereka.



11. Tanggung jawab dan aspirasi profesi (Professional Responsibilities and Aspirations)



bersedia mengedepankan nilai-nilai profesional, keahlian dan minat, dengan cara memberikan tanggapan secara terbuka mengenai kebijakan pendidikan; hal ini berarti berbicara dan menulis secara terbuka tentang dampak kebijakan publik untuk praktik pendidikan.















Wednesday, May 28, 2025

Anda Selalu Memilih

 


Dalam sebuah sub bab dari buku yang saya baca, disana tertulis "Anda Selalu memilih"


Artinya kurang lebih pilihan apapun yang kau pilih atau bahkan jika kau tak memilih pun itu adalah sebuah "pilihan" Hal yang tak bisa kau elakkan, hal ini terjadi karena dunia terus bergerak, yang artinya kau tidak pernah berdada ditempat yang sama, untuk itulah kau harus lebih baik dari hari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini, serta belajarlah dari masa lalu.

Sebuah refleksi, bagi mereka yang berpikir, dan berusaha untuk terus maju walaupun kepastian dimasa depan adalah sebuah keniscayaan dari perbuatan kita hari ini.

Teruslah berbuat baik, tetaplah menjadi baik, dan berbaik sangkalah setiap saat, karena bisa jadi jika kau tidak bisa menemukan kebaikan, kau adalah kebaikan itu sendiri yang akan ditemukan oleh orang lain.


Agung Setiawan, 27 Mei 2025
#menulis #membaca

Wednesday, September 11, 2024

Demokrasi Saja Berjalan Terseok-seok - Apalagi Demokrasi Ekonomi?






Demokrasi Saja Berjalan Terseok-seok - Apalagi Demokrasi Ekonomi?

Oleh: Agung Setiawan

 

Demokrasi adalah jalan yang dipilih oleh bangsa Indonesia karena bangsa ini percaya bahwa perbedaan yang ada di indonesia merupakan suatu kekuatan yang membuat negara ini meraih kemerdekaannya sesuai dengan semboyan negara “Bhineka Tunggal Ika” Berbeda-beda tapi tetap satu” yaitu “Bangsa Indonesia”.

 

Tujuh puluh sembilan tahun (79th) Indonesia merdeka, nampaknya ada hal yang mengganggu kemedekaan yang dirasakan kita saat ini sehingga membuat Indonesia sedang mengalami masa-masa yang sulit bagi demokrasi, demokrasi seakan menjadi bias dimasyarakat, timbul banyak pertanyaan yang entah siapa yang harus menjawabnya atau siapa yang bertanggungjawab akan hal tersebut.

 

Berangkat dari masyarakat Indonesia yang pada lima tahun sekali melaksanakan “Hajatan Demokrasi” melalui pemilihan umum yang bersifat pemilihan langsung dengan ketentuan satu orang satu suara memilih pemimpin bangsa serta memilih dewan perwakilan rakyat yang kemudian juga diikuti dengan memilih kepala daerah dimasing-masing wilayah diseluruh Indonesia.

 

Pemilihan umum tersebut adalah bentuk teknis dari demokrasi yang diyakini oleh bangsa Indonesia. Pemilihan umum ini mengakumulasi suara rakyatnya sebagai pemilih yang merupakan bentuk amanat yang dititipkan dan merupakan aspirasi yang diberikan dan disampaikan kepada calon pemimpin dan wakil rakyat dalam rangka menjani hidup berbangsa dan bernegara dalam trias politika kepemimpinan Indonesia.

 

Pemilhan umum yang sejatinya bernafaskan Pancasila, yang berlandaskan konstitusi negara seraya menjadi pertunjukan politik yang carut-marut diberbagai wilayah, hal ini disaksikan dan dipertontonkan kepada masyarakat secara jelas, dengan menyajikan bagaimana demokrasi “diakali” dengan berbagai cara serta “diobok-obok” menggunakan perangkat negara melalui “kekuasaan”. Peraturan-peraturan dan berbagai macam perangkat hukum diatur demi kepentingan elit politik sehingga seolah-olah demokarasi masih berjalan sebagaimana mestinya. Padahal rakyat Indonesia tidak semuanya “bodoh” rakyat mengerti bagaimana para penguasa berusaha mencari celah demi kepentingan-kepentingan para penguasa bersama dengan oligarki yang membersamai “mereka”.

 

Dengan demokrasi yang kita hadapi sekarang dan kita saksikan bersama-sama tersebut berlangsung, ada yang perlu kita ketahui bersama-sama bahwa demokrasi politik (demokrasi kepemimpinan) hanyalah sebagian dari demokrasi yang seharusnya berjalan, ada sebagian demokrasi yang lain yakni demokrasi ekonomi yang sampai hari ini masih jarang kita sentuh atau bahkan belum negara agendakan sehingga “bagaimana mungkin” kita bisa menjalani demokrasi yang utuh jika dari segi demokrasi politiknya saja sudah “terseok-seok” begini.

 

Perlu kita sadari bahwa selain demokrasi politik yang berjalan, seharusnya ada demokrasi ekonomi yang juga ikut berjalan secara beriringan, membangun dan meratakan kesejahteraan sebagai bentuk cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan konstitusi negara kita “undang-undang dasar 1945”, yaitu “serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

 

Mengutip dari kalimat yang disampaikan oleh Halida Hatta, Putri Bungsu dari bung “Hatta” seorang proklamator dan juga bapak koperasi Indonesia. Dalam Artikel yang telah tayang di Kompas.com dengan judul "Halida Hatta di Kamisan Ke-828: Demokrasi Dikangkangi Kesewenang-wenangan" Ia (Halida Hatta) menyampaikan “Seandainya Ayah saya dapat menyaksikan Indonesia pada usia kemerdekaannya yang ke-79 tahun, saya yakin hatinya hancur melihat demokrasi di negaranya tercinta ini, saat ini, dikakangi berbagai kesewenang-wenangan.”

 

Bung hatta yang merupakan bapak koperasi Indonesia adalah salah satu orang yang menyuarakan demokrasi di Indonesia baik secara formal (proses politik) maupun secara akademis lewat karya-karyanya berupa buku, artikel, pidato dan ceramah kuliahnya (seminar). Selain demokrasi politik ide mengenai demokrasi ekonomi selalu menjadi isu yang disuarakan oleh bung hatta karena hal tersebut tidak bisa dipisahkan dalam proses demokrasi, hatta mengejawantahkan bentuk teknis dari demokrasi ekonomi melalui usaha bersama yang dikendalikan secara bersama-sama dengan semua sumberdaya yang dikelola akan menjadi nilai tambah bagi semuanya secara adil berbanding dengan kontribusi yang dilakukan oleh setiap individunya, bentuk dari usaha bersama itu adalah “Koperasi” yang diadaptasi dari berbagai koperasi diberbagai belahan dunia.

 

Koperasi merupakan wadah usaha bersama yang menempatkan manusia sebagai modal utama dan menjadikan modal (harta/uang) sebagai alat bantu dalam mewujudkan tujuan bersama yaitu “kesejahteraan”, kesejahteraan yang dimaksud adalah terpenuhinya berbagai macam kebutuhan mulai dari kebutuhan primer hingga ke kebutuhan yang memang dikehendaki oleh seluruh anggota koperasi. Koperasi juga tidak hanya berfokus pada bisnis saja, nemun juga koperasi berfokus membangun seluruh anggotanya mencapai kesetaraan mulai dari Pendidikan, kemampuan/keahlian, hingga peran antara laki-laki dan juga Perempuan, selain itu juga koperasi berazaskan one man one vote sehingga semua orang berhak bersuara dan berpendapat untuk kemajuan dari koperasinya.

 

Koperasi di Indonesia masih menjadi sesuatu yang kurang populer sangat berbanding jauh dengan di spanyol khususnya di barcelona yang memiliki koperasi pekerja terbesar di dunia yaitu “Mondragon Cooperative” koperasi pekerja yang memiliki 120’an lebih Perusahaan dibawah koperasinya, yang memiliki tagline “Worker is Owner” jika diterjemahkan “pekerja adalah pemilik” jika membandingkan dengan yang ada di Indonesia, Indonesia mengadaptasi koperasi pekerja dengan perspektif yang berbeda dengan nomenklatur yang juga sangat jauh berbeda yaitu “koperasi karyawan” yang dimana koperasi tersebut merupakan kumpulan karyawan yang melakukan iuran yang dimana bisnis yang dijalankan kebanyakan hanyalah usaha simpan pinjam yang pada praktiknya hanya dijadikan sebagai “tempat meminjam” para anggotanya. sangat berbeda dengan Mondragon Cooperative (koperasi Mondragon) yang mampu membuat banyak Perusahaan dengan berbagai jenis usaha bahkan sampai membuat universitasnya sendiri untuk menunjang Pendidikan para anggotanya sehingga mewujudkan sumberdaya manusia yang mampu bersaing dan membuat demokrasi yang tumbuh juga lebih sehat dengan pengetahuan yang setara.

 

Agenda-agenda mengenai demokrasi ekonomi ini minim atensi sehingga Indonesia masih sangat jauh tertinggal dari berjalannya demokrasi ekonomi yang sesungguhnya terlebih lagi proses demokrasi politik hari sangat memprihatinkan, seperti apa yang sudah disampaikan oleh Halida Hatta “Seandainya Ayah saya dapat menyaksikan Indonesia pada usia kemerdekaannya yang ke-79 tahun, saya yakin hatinya hancur melihat demokrasi di negaranya tercinta ini, saat ini, dikakangi berbagai kesewenang-wenangan.”

 

Bekasi, 11 September 2024

Agung Setiawan, Hc.

Monday, March 27, 2023

NGULIK MOTIF POV ENTERTAINMENT DIBENTUK AGUNG, BAIM #CATATANCOOPERATOR


mengulik motif bagaimana akhirnya POV entertainment dibentuk, yang ternyata mengajak banyak orang untuk berkolaborasi. dan pendirinya juga merupakan anggota dari koperasi mahasiswa.

 

Profile Penulis

Foto penulis A

Agung Setiawan, S.Pd., Gr.

Penulis Catatan Cooperator

Cooperative Consultant, Strategic Advisor, and Nationwide Keynote Speaker with 13 years of experience in cooperative establishment, legal structuring, executive governance, Annual Member Meeting (RAT) facilitation, and cooperative-based startup incubation across Indonesia. Combines an engineering background in industrial electronics with strategic advisory skills to guide founding teams through Articles of Association & Bylaws (AD/ART) planning, annual report preparation, business model validation, operational setup, and technical infrastructure. Proven track record in facilitating national seminars and workshops across Indonesia, training board members, supervisory committees, and managers, and driving sustainable institutional growth.

Kata Pembaca

Galeri